MANFAAT OLAHRAGA PANAH

MANFAAT OLAHRAGA PANAH

Olahraga panah merupakan olahraga yang memiliki banyak manfaat baik secara Fisik maupun Psikis

> MANFAAT KESEHATAN FISIK :

  • Menjaga fleksibilitas otot di jari tangan, lengan, hingga pundak
  • Melatih keawasan atau ketajaman pandangan mata
  • Melancarkan peredaran darah dalam tubuh

> MANFAAT KESEHATAN PSIKIS :

  • Melatih konsentrasi > Mengarhakan anak panah ke sasaran adalah cara melatih konsentrasi diri
  • Positive Thinking & Percaya Diri > Berpikir positif secara tidak langsung akan mengikuti didalam diri Anda jika Anda seorang pemanah, karena memanah memerlukan rasa percaya diri tinggi dalam diri untuk dapat menaklukan sasaran anak panah
  • Menjaga Kesabaran > Kesabaran Anda akan teruji lewat melemparkan anak panah berulang-ulang hingga mencapai sasaran yang tepat. Apalagi bagi pemula, olahraga ini memerlukan kesabaran ekstra hingga Anda terbiasa dan menjadi mahir. Kalau sudah demikian, bukan hanya mahir dalam urusan memanah, dalam kehidupan sehari-hari pun tentu Anda akan menjadi pribadi yang lebih bijaksana dan sabar dalam menghadapi beragam masalah kehidupan
  • Pribadi yang Kuat > Pribadi yang kuat dalam Memanah membutuhkan jati diri yang bersumber dari kepercayaan diri
  • Sportivitas dan Fair Play > Olahraga ini menguasai amarah, menimbulkan jiwa sportiftas yang tinggi. Temperamen bisa dikendalikan disini. Oahraga ini juga mempunyai sistem pembentukan pribadi yang kuat sebagai pondasi yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin

Sejarah Jakarta – Dari Kalapa, Jayakarta, Batavia ke Jakarta

Sejarah Jakarta – Dari Kalapa, Jayakarta, Batavia ke Jakarta

Sejarah Jakarta – Awal Hingga Sekarang

Dibalik keruwetan dan kepadatan kota jakarta, sejarah jakarta dimulai sekitar 5 abad yang lalu yang diawali pada sebuah bandar kecil didaerah sungai Ciliwung. Kota ini belum bernama Jakarta kala itu, namun sudah dikenal sebagai kota tempat melakukan aktivitas perdagangan yang ramai. Informasi pasti yang mengungkapkan sejarah jakarta lebih jauh sangat sedikit namun dapat ditemui pada prasasti pada masa lalu.

Pada abad-16 ketika orang eropa (portugis) mulai datang ke nusantara ini, terdapat penulis eropa yang memberi nama daerah yang masih asing ini dengan sebutan ‘kalapa’. Kalapa yang dimaksud persisnya merujuk kepada bandar terbesar pada jaman kerajaan Hindu yang dikenal dengan nama ‘Sunda’ yang berada kurang lebih 40 km di daerah yang masih berupa pedalaman (diperkirakan berada di kota Bogor saat ini).

Ketika pertama kali menjajaki kota ‘kalapa’ ini, rombongan orang eropa yang merupakan orang portugis diserang oleh seorang pemuda yang bernama Fatahillah. Nama ini yang kemudian dijadikan sebuah nama jalan dan museum yang sangat terkenal bagi penduduk jakarta. Pemuda ini berasal dari kerajaan yang berkuasa didaerah Kalapa kemudian merubah sebutan ‘Sunda’ dan ‘Kalapa’ (Sunda Kelapa) menjadi Jayakarta yang memiliki arti ‘Kemenangan yang tercapai‘ pada tanggal 22 Juni 1527. Peristiwa tersebut lah yang akhirnya menjadi tonggak kelahiran atau ulang tahun kota jakarta setiap tahunnya.

Seriring dengan perkembangan waktu, orang-orang belanda masuk dan menguasai nusantara pada abad-16 juga turut menguasai Jayakarta pada masa itu sehingga nama Jayakarta diubah menjadi Batavia. Penamaan kata Batavia oleh orang belanda didasari oleh adanya kemiripan dengan keadaan di negeri Belanda pada masa itu yang masih banyak terdapat rawa-rawa. Orang belanda mulai membangun kanan, bendungan dan pengairan untuk mencegah banjir. Mereka juga membangun kota Batavia ini termasuk dengan balai kota sebagai pusat / markas utama mereka saat itu. Adapun Balai Kota ini masih berdiam dan menjadi bukti sejarah jakarta hingga saat ini yang kemudian dikenal dengan nama Museum Benteng Fatahillah.

Ketika Jepang masuk ke nusantara dan berhasil menduduki nusantara pada tahun 1942 – 1945, nama Batavia diubah oleh orang Jepang menjadi Jakarta. Kota ini yang akhirnya menjadi tempat pertama dibacakan proklamasi kemerdekaan RI dengan pengibaran bendera merah putih oleh Ir. Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945 setelah Jepang menyerah tanpa syarat selepas dibomnya kota Hiroshima dan Nagasaki oleh sekutu dan Indonesia mendapatkan kedaulatan secara resmi pada tahun 1949 serta menjadi anggota Perserikatan Bangsa – Bangsa (PBB) pada tahun 1966 dengan memasukkan Jakarta sebagai ibukota resmi.

Mobile Stage

Mobile Stage

Portable stage trailers can be towed to location and come complete with flooring, backdrop, stairs, lighting, and electrical junction box